article
Perjalanan Zakat Bersama BMH

Di tengah luasnya lautan yang membentang, di antara pulau-pulau kecil yang menjadi rumah bagi para santri tahfidz, ada kehangatan yang lahir dari zakat, infak, dan sedekah. Selasa, 11 Maret 2025, tim LAZNAS BMH Kalimantan Timur menempuh perjalanan menuju Pulau Tihi-Tihi, Bontang, untuk satu misi mulia: mengantarkan kebahagiaan dalam bentuk santapan berbuka puasa bagi 100 santri di Rumah Qur’an Al-Bahri dan Al-Ikhlas.

Menjalin Kebaikan di Atas Ombak
Perjalanan menuju pulau bukanlah perjalanan yang mudah. Dengan perahu kecil (ketinting), tim BMH harus menyesuaikan diri dengan gelombang laut yang naik saat air pasang. Mesin perahu yang kurang prima pun menambah tantangan. Apa yang seharusnya hanya 30 menit perjalanan, berubah menjadi 40 menit yang penuh harapan.

Namun, sesampainya di pulau, semua rasa lelah terbayar lunas. Senyum para santri yang menyambut dengan penuh keceriaan, ditambah dengan pemandangan alam yang menyejukkan, menjadi pengingat bahwa di balik setiap perjuangan, ada kebahagiaan yang menanti.

Ketika Zakat Menjadi Cahaya bagi Santri Kepulauan

Melalui program ini, BMH berupaya memberikan santapan berbuka yang layak dan bergizi bagi para santri tahfidz. Paket berbuka yang mereka terima tidak hanya mengenyangkan perut setelah seharian berpuasa, tetapi juga menjadi simbol kepedulian umat yang tersalurkan melalui zakat dan sedekah.

“Memberi makan orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa,” ungkap seorang relawan, mengingatkan betapa zakat dan sedekah tidak hanya mengalir kepada mereka yang menerima, tetapi juga kepada para donatur yang telah berkontribusi.

Manfaat dari program ini tidak hanya dirasakan oleh para santri, tetapi juga oleh orang tua mereka. Dengan adanya bantuan dari BMH, dana yang seharusnya digunakan untuk buka puasa hari itu dapat dialokasikan untuk kebutuhan berbuka di hari berikutnya. Selain itu, kehadiran tim BMH juga mempererat silaturahmi dengan masyarakat pulau, menguatkan persaudaraan dalam balutan semangat berbagi di bulan suci Ramadhan.

Suara Syukur dari Pulau Tihi-Tihi
Ketika makanan berbuka tersaji di hadapan para santri, ada pancaran kebahagiaan yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Setiap suapan adalah doa, setiap tegukan adalah harapan, dan setiap kebersamaan adalah bukti bahwa zakat yang tersalurkan telah menjadi cahaya bagi mereka yang membutuhkan.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada para donatur BMH yang telah mengirimkan paket buka puasa berkah untuk santri-santri Rumah Qur’an di Pulau Tihi-Tihi dan Selangan. Semoga Allah membalas kebaikan ini dengan keberkahan, kesuksesan, dan surga sebagai balasan terbaik,” ungkap Ustadzah Reni, salah satu pengajar di Rumah Qur’an Al-Bahri, dengan penuh syukur.

Zakat: Dari Daratan ke Pulau, Dari Hati ke Hati
Perjalanan ini adalah bukti bahwa zakat, infak, dan sedekah memiliki kekuatan untuk menembus batas. Dari daratan ke pulau, dari tangan para donatur ke tangan para santri, dari hati ke hati.

Di bulan suci ini, kebaikan adalah perahu yang membawa keberkahan. Dan BMH, dengan dukungan para donatur, akan terus berlayar, menebar cahaya zakat hingga ke pelosok negeri. Sebab, di setiap suapan berbuka yang kita berikan, ada doa yang mengalir, ada pahala yang bertambah, dan ada harapan yang tumbuh.

Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang berbagi. Dan zakat adalah jembatan yang menghubungkan mereka yang memberi dan mereka yang menerima, dalam satu tujuan mulia: meraih keberkahan bersama.